Home / BERITA / Liga 1 Indonesia Musim Depan Lebih Panas yang Tak Pernah Terjadi Sebelumnya

Liga 1 Indonesia Musim Depan Lebih Panas yang Tak Pernah Terjadi Sebelumnya

Pasarliga.org – Liga 1 Indonesia akan memasuki babak baru tahun depan. Perhelatan kompetisi liga kasta tertinggi di Indonesia tersebut akan menjadi arena pertarungan panas yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Liga 1 pada musim 2017 kemarin telah menelurkan satu juara atas nama Bhayangkara FC.Semen Padang, Persiba Balikpapan dan Gresik United terdegradasi.

Klub yang akan berkompetisi di Liga 1 musim depan akan tetap berjumlah 18. Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang akan menggantikan tiga klub yang terdegradasi dari kasta tertinggi. Tiga klub tersebut merupakan tiga terbaik dari Liga 2.

Persebaya keluar sebagai juara Liga 2 setelah mengalahkan PSMS Medan di partai final yang berlangsung di Bandung, Selasa (28/11). PSIS menjadi yang terbaik ketiga setelah mengalahkan Martapura FC dalam laga penuh drama yang dibanjiri dengan 10 gol dalam skor 6-4.

Dengan kehadiran tiga klub tersebut, maka Liga 1 musim depan menjadi kompetisi lebih seru karena beberapa alasan yang akan terurai dalam pemaparan berikut.

Pertarungan Klub Legendaris

Persebaya Surabaya, PSMS Medan dan PSIS Semarang merupakan klub alumni kompetisi Perserikatan. Mereka akan kembali bertemu dengan lawan-lawannya terdahulu dalam satu kompetisi resmi. Mereka adalah Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Persipura Jayapura, Persela Lamongan, dan Perseru Serui.

Perlu diketahui bahwa Perserikatakan merupakan kompetisi tertua di Indonesia. Kompetisi ini mulai digelar pada pra-kemerdekaan, yaitu  sejak tahun 1930.

Pada kurun awal, gelar juara dalam kompetisi tersebut sering jatuh ke tangan Persija dan klub asal Solo. Lalu pasca kemerdekaan Indonesia, perebutan gelar juara semakin merata. Klub-klub dari berbagai penjuru nusantara mulai menggeliat.

Kompetisi legendaris ini kemudian berhenti pada 1994. Bersama dengan Galatama, Perserikatan akhirnya melebur menjadi satu dalam kompetisi profesional bernama Liga Indonesia.

Tahun depan, pertarungan antara klub legendaris tersebut akan kita saksikan di kompetisi Liga 1 Indonesia.

Pertarungan Klub Juara

Di kompetisi Liga 1 musim depan akan melibatkan 10 klub yang pernah menjadi juara di liga kasta tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, mental juara mereka akan benar-benar diadu dalam kompetisi liga yang akan datang.

Persija Jakarta yang tercatat pernah menjuarai liga di Indonesia sebanyak 10 kali akan tetap bermain di Liga 1 musim depan. Sudah lama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut puasa gelar, terhitung tak pernah juara di liga sejak 2001.

Musim lalu, Persija telah menunjukkan kebangkitannya dengan menduduki peringkat empat klasemen Liga 1. Di usianya yang ke-89, bukan tidak mungkin mereka akan bertarung dengan penuh pengalaman untuk menjuarai liga musim depan.

Lalu Bhayangkara FC yang keluar sebagai juara Liga 1 musim kemarin tentu saja tak mau berkecil hati. Meskipun terhitung sebagai pendatang baru, mereka telah menunjukkan penampilan yang konsisten sepanjang musim. Performa seperti musim lalu tentu saja akan mati-matian mereka jaga akan gelar juara tetap menjadi milik mereka.

Kemudian Persib Bandung yang terakhir kali menjuarai liga kasta tertinggi di Indonesia pada 2014 telah melakukan pembenahan tim menyambut musim baru tahun depan. Mereka telah menunjuk pelatih terbaik di Malaysia pada tahun 2016. Dia adalah Roberto Carlos Mario Gomez. Pelatih 50 tahun ini diharapkan akan membangkitkan performa Maung Bandung yang musim lalu hanya bisa finis di peringkat 13.

Berikut ini adalah klub-klub  juara yang akan berkompetisi di Liga 1 musim depan:  Bhayangkara FC (1), PSM Makassar (5), Persija Jakarta (10), Persipura Jayapura (3), Arema FC (2), Sriwijaya FC (2), Persib Bandung (7), Persebaya Surabaya (7), PSMS Medan (5), PSIS Semarang (2).

Pertarungan Klasik

Pertarungan sengit antara dua klub yang langganan mengejar gelar juara sering disebut dengan Derby Klasik. Jika di Spanyol punya derby El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid maka di Indonesia punya dua partai derby klasik.

Pertemuan antara Persija dan Persebaya adalah pertarungan klasik yang pasti akan dibanjiri dengan tensi tinggi. Kedua tim ini sering bertemu di final kompetisi Perserikatan.

Pertemuan antara kedua kubu berawal pada tahun 1952. Pada pertemuan itu, Persebaya sukses menaklukkan pasukan Macan Kemayoran. Lalu pada kompetisi berikutnya pada musim 1971/1973, Persija sukses membalas dendam dengan mengalahkan Persebaya. Setelah itu, pertemuan antara Persebaya dan Persija Jakarta berjalan selalu panas. Dan pertemuan klasik ini akan terjadi lagi di Liga 1 musim yang akan datang.

Pertemuan antara Persib Bandung dan PSMS Medan juga bisa dikatakan sebagai derby klasik. Dua kubu ini tercatat pernah tiga kali bertemu di partai final Perserikatan, yaitu pada tahun 1967, 1983, dan 1985.

Pada pertemuan terakhir yang berlangsung di Stadion Senayan antara kedua tim dilaporkan dihadiri oleh 150 ribu penonton. Jumlah ini melebihi kapasitas stadion yang kala itu hanya bisa menampung 110 ribu penonton. Oleh sebab itu, para penonton harus duduk di trek lari yang terdapat di sepanjang bundaran pinggir lapangan. Perhelatan pertandingan ini diklaim yang paling ramai di Asia.

Dalam pertandingan tersebut, Persib sempat tertinggal 0-2 tapi kemudian bisa menyamakan kedudukan. Skor tersebut bertahan hingga akhir laga dan pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Persib harus mengakui kemenangan PSMS di babak adu penalti dengan skor 1-2.

Dan laga yang seru seperti yang terjadi di masa lampau itu, patut kita nantikan di Liga 1 musim depan.

Persebaya vs Bhayangkara FC

Persebaya dan Bhayangkara FC sama-sama lahir di kota Surabaya. Persebaya adalah juara Liga 2 sementara Bhayangkara FC adalah juara Liga 1 musim kemarin. Kedua kubu akan bertarung di panggung Liga 1 musim depan.

Menengok lagi ke belakang terkait Persebaya dan Bhayangkara, di antara kedua pihak tersebut memiliki sejarah kelam. Telah terjadi sengketa antara kedua kubu.  Ini yang akan menjadi ‘penyedap’ jika kedua kubu bertanding di atas lapangan.

Pada tahun 2012, Bhayangkara pernah menggunakan nama Persebaya. Klub Bhayangkara waktu itu sendiri muasalnya adalah sebuah tim dari Kalimantan, yaitu Persikubar Kutai Barat. Sementara Persebaya sendiri harus berganti nama Persebaya 1927 akibat sengketa yang terjadi.

Masalah ini berlanjut di sebuah pengadilan pada tahun 2015. Klub yang mulanya dari Persikubar tersebut akhirnya berganti nama beberapa kali hingga akhirnya ditetapkan nama Bhayangkara FC setelah hak kepemilikan berada di bawah Kepolisian Republik Indonesia.

Sementara Persebaya yang statusnya sempat tak diakui PSSI harus berjuang untuk ikut kompetisi di liga resmi. Singkat cerita, pada akhirnya mereka bisa ikut Liga 2 musim lalu yang kemudian menjadi juara. Kini, klub berjuluk Bajol Ijo tersebut telah kembali berkompetisi di liga kasta tertinggi. Mereka akan menantang Bhayangkara FC untuk pertama kalinya musim depan.

Siapa yang terkuat? Semuanya akan terbukti di Liga 1 musim depan.

sumber: bola.net

About pasarliga

Check Also

Chesea Adalah Mimpi Buruk Messi, Inilah Buktinya

Pasarliga.org ,Hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2017/18 akan mempertemukan Barcelona dengan wakil Inggris, Chelsea. Undian ini ...