Home / Gaya Hidup / Kuliner Aneh di Jepang, Wajib Coba !

Kuliner Aneh di Jepang, Wajib Coba !

 Melancong ke Jepang bisa jadi salah satu pilihan agenda libur panjang Anda. Negeri Sakura memang punya pesona tersendiri, baik dari segi budaya, alam, hingga teknologi.

Dikenal sebagai negara dengan banyak tujuan wisata, Jepang juga tersohor dengan ragam kuliner yang dimilikinya.

Penggemar kuliner pasti tak akan rela melewatkan aneka rupa kafe dengan tema menarik seperti ‘maid cafe‘ atau kafe dengan pramusaji berpakaian unik, kafe bertema ninja, atau kafe dengan tema kucing.

Tak cuma keunikan itu, Jepang juga dikenal dengan sederet kuliner ‘aneh’ yang bisa jadi tak ditemukan di mana pun. Kuliner-kuliner aneh itu cuma ada di Jepang. Apa saja?

1. Natto

Biasanya, hidangan makanan bakal menggoda penikmatnya lewat aroma. Namun, tidak dengan natto.

Makanan tradisional Jepang satu ini justru memiliki aroma tajam. Terbuat dari fermentasi kedelai membuat tekstur natto sedikit lengket. Orang Jepang biasanya mengonsumsi natto dengan nasi panas plus kecap atau mustard.

Jika penasaran, natto dijual di semua supermarket atau minimarket yang ada di Jepang. Anda juga dapat coba berkunjung ke Kota Mito, Ibaraki yang dikenal sebagai ‘kotanya natto di dunia’.

2. Ika ikizukuri

Di Indonesia, cumi-cumi kebanyakan diolah menjadi tumis, dibakar, atau digoreng tepung. Namun, Jepang punya cara berbeda lewat kehadiran menu ‘ika ikizukuri’.

Sajian ini berupa sashimi cumi-cumi yang dipotong dalam kondisi hidup, berbeda dengan sajain sashimi umumnya.

Wisatawan kadang menyebutnya sebagai ‘dancing squid‘, sebab tentakel cumi-cumi masih bergerak sebagai reaksi dari tumpahan saus yang menimpanya. Bahkan, terkadang tentakel itu masih bergerak di mulut saat dilahap.

Ika izikuri berasal dari Kota Yobuko, Saga. Namun, tak cuma di Yobuko, wisatawan juga bisa mendapatkan makanan satu ini di Fukuoka.

3. Shirako

Dalam bahasa Jepang, ‘shirako‘ berarti anak-anak putih. Meski namanya cukup menggemaskan, tetapi kudapan ini terbuat dari kelamin dan sperma ikan cod.

Shirako berwarna putih dengan tekstur lembut dan creamy. Biasanya, kudapan ini dimakan mentah layaknya sashimi. Selain itu, shirako juga bisa direbus untuk kemudian dinikmati bersama saus ponzu yang terbuat dari campuran air jeruk, kecap, cuka beras, katsuoboshi, dan rumput laut.

Kudapan ini bisa ditemukan di mana pun, bahkan shirako dapat ditemukan di sejumlah bar sebagai kawan minum alkohol.

4. Basashi

Sekilas, basashi hampir mirip dengan sashimi. Kedua makanan ini sama-sama disajikan secara mentah. Namun, bahan yang digunakan jelas berbeda. Jika sashimi umumnya menggunakan hasil laut, basashi menggunakan daging kuda.

Memang, agak sulit membayangkan mengonsumsi daging kuda merah yang masih mentah. Umumnya, basashi dapat ditemukan di wilayah Tohoku seperti Akita, Aomori, Fukushima, Iwate, Miyagi, dan Yamagata. Tak cuma itu, beberapa provinsi lain yang dikenal dengan basashi di antaranya Kumamoto, Nagano, dan Oita.

5. Zazamushi

Zazamushi adalah sajian khas daerah Nagano. Makanan ini terbuat dari serangga stonefly atau lalat batu yang direbus bersama kecap, sake, dan gula. Zazamushi kerap menjadi teman menikmati minuman beralkohol seperti sake, bir, atau soju.

Awalnya, orang Nagano memanfaatkan serangga sebagai sumber protein penting. Namun, kini zazamushi menjadi bagian dari budaya mereka.

Jika ingin menyicip serangga yang satu ini, mau tak mau Anda harus mengunjungi Nagano lantaran zazamushi belum tersedia di sederet restoran yang ada di Jepang.

6. Jibachi senbei

Masih bertemakan serangga, ‘jibachi senbei’ merupakan kudapan yang terbuat dari tawon penggali. Penyajiannya lebih mirip kukis karena tawon menjadi topping dari kue beras. Rasanya manis dan gurih.

Sama seperti zazamushi, jibachi senbei juga hanya ditemukan di Nagano. Jadi, jika Anda berkunjung ke Nagano, maka Anda tak boleh melewatkan dua menu kuliner serangga ini.

7. Shirouo no odorigui

Shirouo no odorigui juga dikenal dengan nama ‘dancing ice fish‘. Nama ini disematkan karena ikan goby dimakan hidup-hidup sehingga masih memungkinkan untuk ‘menari’ di dalam mulut.

Ikan ini berukuran mini dan memiliki tubuh transparan. Ikan goby hanya tersedia pada bulan Februari dan April di wilayah Fukuoka.

About pasarliga

Check Also

Mahasiswa Baru Alami Gangguan Mental

 Peralihan dari masa SMA menuju dunia perkuliahan memberikan kesan yang berbeda-beda bagi setiap orang. Ada di antaranya ...