Home / BERITA BOLA / Egy Maulana Vikri Menggapai Mimpi di Eropa

Egy Maulana Vikri Menggapai Mimpi di Eropa

PASARLIGA – Langkah Egy Maulana Vikri untuk bermain di Eropa semakin terbuka lebar. Sudah ada lima klub yang tertarik dengan pemain kelahiran Medan tersebut di antaranya Real Madrid, Getafe, Espanyol, Sporting Lisbon dan Benfica.

Egy sendiri memiliki mimpi besar dalam kepalanya. Ia ingin menjadi pemain Indonesia pertama yang bisa bermain di Liga Champions.

“Kalau bisa, saya ingin main di Liga Champions dan menjadi orang Indonesia pertama yang tampil di ajang tersebut,” Egy pernah berkata demikian.

Mimpi besar Egy bukan tanpa alasan. Ia adalah pemain yang berbakat. Potensinya di atas lapangan telah ia buktikan ketika tampil di Piala AFF U-18 di Myanmar kemarin. Dalam enam pertandingan selama turnamen berjalan, ia mengumpulkan delapan gol sebagai top skor.

Bukan hanya itu saja, di ajang Toulon 2017 tahun ini di Prancis, Egy dinobatkan sebagai pemain paling berpengaruh untuk timnya. Ia menerima penghargaan Jouer Revelation Trophee, sebuah penghargaan yang juga pernah diterima Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.  (Baca: Ini Semua Menandakan Timnas Indonesia Mampu Juara di Piala Dunia)

Langkah Egy menuju Eropa kian nyata setelah menandatangani kontrak resmi dengan agen asal Kroasia, Duzan Bogdanovic. Nantinya, agen itu yang akan mengurus kepindahan Egy ke klub Eropa.

Egy dipastikan tak akan menjalani trial atau masa percobaan di klub Eropa yang dituju. Sang agen pun percaya dengan potensi kesuksesan Egy di negeri barat jauh.

“Kami ingin membuat Egy main di Eropa, tidak trial. Dia ke depan harus main di Eropa, tidak sebentar di sana terus kembali ke Indonesia,” ucapnya.

Bermain di Eropa akan menjadi langkah besar bagi Egy dalam karier sepakbolanya. Namun untuk sementara ini memang belum ada keputusan, klub mana yang akan dituju.  Yang pasti, di Eropa memiliki infrastruktur sepakbola lebih baik daripada di Indonesia yang diharapkan akan mendongkrak potensi Egy secara maksimal.

Orang tua asuh Egy, Subagja Suihan, telah memberikan konfirmasi bahwa ada lima klub Eropa yang sudah tertarik memboyong anaknya. Tidak main-main, lima klub tersebut adalah Real Madrid, Getafe, Espanyol; dan dua klub asal Portugal Sporting Lisbon dan Benfica.

Tapi, kira-kira klub manakah di antara klub tersebut yang paling cocok untuk Egy yang bisa membuatnya bersinar di Eropa? Bukan hanya bergabung, tapi juga bisa membuatnya bersinar baik di liga domestik dan di kompetisi Eropa seperti impiannya.

Perlu dikemukakan bahwa Egy adalah pemain yang berposisi natural sebagai penyerang. Ia mengidolakan Lionel Messi dan secara tidak langsung cara bermain Egy banyak mengadopsi pemain asal Argentina tersebut. Namun, ia juga bisa ditempatkan di posisi lain sebagai gelandang serang atau penyerang kedua, dan juga pemain sayap di kiri atau di kanan.

Gabung dengan Klub Spanyol

Jika Egy bisa bermain di Barcelona, tentu saja itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Egy mengingat ia mengidolakan klub tersebut. Masalahnya, klub Catalan tersebut belum ada tanda-tanda tertarik padanya. Tapi sebenarnya Egy memang cocok bermain di Barca jika melihat angka-angka statistik saja.

Rival Barcelona di Spanyol, Real Madrid, yang justru menaruh perhatian pada Egy. Bergabung dengan Los Blancos pun akan menjadi prestasi tersendiri bagi Egy karena sebelumnya belum ada pemain dari Indonesia yang pernah bergabung dengan klub yang sekarang diasuh Zinedine Zidane tersebut. Real Madrid juga memiliki akademi terkemuka yang bisa melahirkan penyerang jempolan seperti Raul, Alvaro Morata atau Mariano Diaz.

Namun bergabung dengan Real Madrid tak akan mudah bagi Egy. Itu sudah pasti. Untuk bermain di tim utama, ia harus bersaing dengan pemain terbaik dunia seperti Cristiano Ronaldo. Memang dalam beberapa tahun ke depan, pemain asal Portugal tersebut pasti akan gantung sepatu. Namun peluang Egy untuk bertarung mendapat tempat di tim utama akan tetap sulit karena akan berebut dengan pemain-pemain muda terbaik seperti Marco Asensioyang saat ini masih berusia 21 tahun.

Apalagi, Real Madrid juga kerap membeli pemain bintang yang sudah punya nama besar. Intinya, sulit bagi Egy untuk bersinar jika bermain bersama klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut.

Klub yang relatif lebih kecil dari Real Madrid, Getafe, juga bisa menjadi pilihan dan memiliki pendidikan pemain muda yang cukup bagus. Buktinya, mereka turut berperan memoles bakat Alvaro Morata sebelum pemain yang sekarang berseragam Chelsea tersebut gabung dengan Real Madrid.

Bersaing untuk mendapatkan tempat di tim utama di klub yang sekarang menduduki peringkat 14 tersebut relatif lebih mudah bagi Egy dibanding jika tergabung di skuat Real Madrid. Akan tetapi, berkarier di La Liga yang memiliki popularitas tinggi di dunia sepertinya belum cocok untuk pemain Indonesia di usia dini.

Bergabung dengan Getafe mungkin sudah cukup untuk membuat Egy populer namun belum tentu dapat bersinar di atas lapangan. Sebab, lawan-lawan yang akan dihadapi adalah pemain yang memiliki kualitas lebih tinggi dibanding dengan di liga lain.

Sebelum Egy, putra terbaik dari Indonesia pernah mencoba meniti karier di La Liga dengan menjalani masa percobaan di Espanyol. Namun akhirnya ia pulang dengan tangan hampa karena ia tak  mendapatkan kontrak permanen. Ingat Evan Dimas Darmono?

Egy perlu mengambil pelajaran dari seniornya tersebut. Memang setiap orang punya nasib berbeda. Kualitas dan bakat antara  Egy dan Evan Dimas pun berbeda, namun tetap saja bermain di Liga Spanyol untuk pemain muda Indonesia sepertinya masih terlalu berat.

Portugal sebagai Lompatan

Memilih salah satu klub di Portugal akan lebih menguntungkan bagi perkembangan Egy. Sporting Lisbon merupakan salah satu klub di Eropa yang memiliki sistem pendidikan pemain muda terbaik. Sporting sudah membuktikan sering membantu melejitkan pemain didikan sendiri. Faktanya, dalam skuat mereka saat ini, terdapat delapan pemain  didikan sendiri termasuk William Carvalho dan Gelson Martins.

Dibandingkan dengan empat klub yang dikaitkan dengan Egy, Sporting merupakan klub paling tinggi dalam memberi kesempatan pada pemain muda jebolan akademi sendiri: Sporting CP (8), Real Madrid (7), Espanyol (5), Benfica (5), Getafe (0).

Sebelumnya memang sudah pernah ada remaja asal Indonesia yang gagal bersinar di klub yang melahirkan pemain fenomenal Cristiano Ronaldo tersebut. Martunis namanya. Pemuda asal Aceh tersebut pernah mendapat kesempatan bergabung dengan Sporting pada 2016 namun sekarang sudah putus kontrak. Sebab, peluang tersebut lebih karena keberuntungan hubungan dekatnya dengan Ronaldo yang  mengangkatnya sebagai anak setelah selamat dari bencana tsunami 2004. Sementara Egy lebih masuk akal untuk sukses di Sporting Lisbon karena bakat besarnya.

Bagi Egy, Sporting bisa menjadi pilihan yang tepat karena beberapa alasan. Pertama, sistem pendidikan pemain muda Sporting memang bagus. Selain itu, mereka juga banyak memberikan apresiasi pada pemain muda. Selanjutnya, dalam empat tahun terakhir, Sporting CP selalu menjadi penantang gelar, tak pernah keluar dari peringkat tiga, di Liga NOS. Musim lalu, mereka berada di peringkat tiga dan bermain di Liga Champions pada musim 2017/2018 ini. Lingkungan yang kompetitif seperti ini akan sangat baik untuk perkembangan Egy.

Maka jika Egy bisa bersinar di sana, Sporting akan menjadi batu loncatan untuk memancarkan sinarnya lebih terang di Eropa. Jika ingin tantangan baru setelah dari Lisbon, Egy bisa bergabung dengan klub yang lebih besar seperti Barcelona.

Dan jika semua jalan tersebut dilalui dengan baik, bukan tidak mungkin Egy akan menjadi pemain pertama dari Indonesia yang menjuarai Liga Champions. Kita semua pasti akan ikut bangga.

About pasarliga

Check Also

Jadwal Lengkap Pertandingan NBA, Rabu (24/1/2018)

PASARLIGA – Sebanyak lima pertandingan akan berlangsung dalam lanjutan NBA 2017/2018. Salah satu yang paling ...